Apa yang dimaksud dengan fi’il muta’addi?
Fi’il Muta’addi (فِعْلٌ مُتَعَدِّي) adalah kata kerja yang membutuhkan objek (maf’ul bih) agar maknanya menjadi sempurna. Tanpa adanya objek, kalimat tersebut akan menggantung dan membuat pendengar bertanya-tanya.
Berikut adalah 10 contoh kata kerja fi’il muta’addi di bahasa Arab beserta contoh penggunaannya dalam kalimat:
1. Kata Kerja Sehari-hari (Umum)
كَتَبَ – يَكْتُبُ (Kataba – Yaktubu) artinya Menulis
Contoh: كَتَبَ الطَّالِبُ الرِّسَالَةَ (Kataba ath-tholibu ar-risalata) Artinya: Siswa itu menulis surat.
قَرَأَ – يَقْرَأُ (Qoro’a – Yaqra’u) artinya Membaca
Contoh: قَرَأَ أُسْتَاذٌ الكِتَابَ (Qara’a ustadzun al-kitaba) Artinya: Guru membaca buku.
أَكَلَ – يَأْكُلُ (Akala – Ya’kulu) artinya Memakan
Contoh: أَكَلَ أَحْمَدُ الرُّزَّ (Akala Ahmadu ar-ruzza) Artinya: Ahmad makan nasi.
شَرِبَ – يَشْرَبُ (Syariba – Yasyrabu) artinya Meminum
Contoh: شَرِبَ الطِّفْلُ اللَّبَنَ (Syariba ath-thiflu al-labana) Artinya: Anak kecil itu minum susu.
2. Kata Kerja Berpindahnya Kepemilikan / Aktivitas
فَتَحَ – يَفْتَحُ (Fataha – Yaftahu) artinya Membuka
Contoh: فَتَحَ التِّلْمِيْذُ البَابَ (Fataha at-tilmiidzu al-baaba) Artinya: Murid itu membuka pintu.
أَخَذَ – يَأْخُذُ (Akhadza – Ya’khudzu) artinya Mengambil
Contoh: أَخَذْتُ القَلَمَ (Akhadztu al-qalama) Artinya: Saya mengambil pena.
قَطَعَ – يَقْطَعُ (Qatha’a – Yaqtha’u) artinya Memotong
Contoh: قَطَعَ الجَزَّارُ اللَّحْمَ (Qatha’al-jazzaru al-lahma) Artinya: Tukang jagal itu memotong daging.
3. Kata Kerja yang Berkaitan dengan Indra & Pikiran
رَأَى – يَرَى (Ro’aa – Yaroo) artinya Melihat
Contoh: رَأَيْتُ النَّجْمَ (Ra’aitu an-najma) Artinya: Saya melihat bintang.
سَمِعَ – يَسْمَعُ (Sami’a – Yasma’u) artinya Mendengar
Contoh: سَمِعَ النَّاسُ الْأَذَانَ (Sami’an-naasu al-adzana) Artinya: Orang-orang mendengar azan.
عَرَفَ – يَعْرِفُ (‘Arafa – Ya’rifu) artinya Mengetahui / Mengenal
Contoh: عَرَفَ الرَّجُلُ الحَقِيْقَةَ (‘Arafa ar-rajulu al-haqiqata) Artinya: Pria itu mengetahui kebenaran.
💡 Ciri Utama dalam Kalimat:
Setiap kata benda (isim) yang berposisi sebagai objek (maf’ul bih) dari kata kerja di atas, harakat akhirnya harus fathah (atau fathatain jika tanwin), seperti kata: ar-risalata, al-kitaba, ar-ruzza, dan haqlan (seperti pada pertanyaan Anda sebelumnya).







