Mana yang bisa memasak lebih cepat? Kompor Induksi atau kompor LPG?
Untuk penggunaan rumah tangga sehari-hari, Kompor LPG 3 kg masih jauh lebih hemat secara biaya bulanan dibandingkan kompor listrik (baik jenis induction maupun hotplate), terutama karena adanya subsidi pemerintah pada LPG 3 kg.
Namun, jika membandingkan dari segi efisiensi energi dan kecepatan memasak, kompor listrik (khususnya induksi) jauh lebih unggul.
Perbandingan Biaya & Efisiensi
| Parameter | LPG 3 kg (Bersubsidi) | Kompor Induksi (Listrik) | Kompor Hotplate (Listrik) |
| Harga / Tarif | Rp18.000 – Rp22.000 / tabung | Rp1.444,70 / kWh (Tarif R-1/1.300 VA – 2.200 VA) | Rp1.444,70 / kWh |
| Efisiensi Energi | ~40% – 50% (banyak panas terbuang ke udara) | ~80% – 90% (panas langsung ke alat masak) | ~50% – 60% |
| Setara 1 Tabung 3 kg | 1 Tabung (~45 kWh energi) | Butuh ~20–22 kWh listrik | Butuh ~30–35 kWh listrik |
| Estimasi Biaya Setara | Rp18.000 – Rp22.000 | Rp29.000 – Rp32.000 | Rp43.000 – Rp50.000 |
Apa Kelebihan & Kekurangan Masing-Masing jenis kompor?
Kelebihan dan kekurangan Kompor dengan LPG 3 kg sebagai berikut :
- Keunggulan: Biaya operasional sangat murah, fleksibel menggunakan semua jenis wajan/panci, tetap bisa dipakai saat listrik padam.
- Kelemahan: Panas tidak merata ke sekitar wajan, ada risiko kebocoran gas, harga/ketersediaan kadang tidak stabil di pasaran.
Kelebihan dan kekurangan Kompor Listrik (Induksi) sebagai berikut :
- Keunggulan: Masak jauh lebih cepat matang, suhu mudah diatur presisi, sangat aman (permukaan tidak panas), mudah dibersihkan.
- Kelemahan: Biaya bulanan sedikit lebih tinggi, butuh daya listrik rumah yang cukup besar (minimal 1.300 VA – 2.200 VA), hanya bisa menggunakan alat masak berbahan dasar baja/besi (magnetic).
Jika fokus utama adalah menekan pengeluaran semurah mungkin, LPG 3 kg adalah pilihannya. Namun jika mencari kenyamanan, kecepatan, kebersihan, dan keamanan, kompor listrik induksi menjadi alternatif yang lebih modern.







