Berikut adalah perbedaan dedak dengan bekatul :
Bekatul dan dedak sama-sama produk sampingan penggilingan padi, tapi dedak (lapisan luar + lembaga) lebih kasar, banyak serat kasar, sebagian mengapung di air, dan lebih murah; sedangkan bekatul (lapisan dalam + aleuron) lebih halus, kandungan seratnya rendah, hampir semua tenggelam di air, dan harganya lebih mahal. Perbedaan utama ada pada letak lapisan saat digiling (dedak dari penyosohan awal, bekatul dari penyosohan kedua), sehingga nutrisi dan teksturnya berbeda.

Apa beda dedak dengan bekatul?
Berikut tabel perbedaannya:
Fitur | Dedak (Rice Bran) | Bekatul (Polish/Bran) |
|---|---|---|
Asal | Lapisan luar butiran padi (perikarp) + lembaga biji (penyosohan 1). | Lapisan dalam butiran padi (aluron) + sedikit endosperma (penyosohan 2). |
Tekstur | Lebih kasar, kadang masih ada rambut/kulit padi. | Lebih halus. |
Kandungan Serat Kasar | Lebih tinggi. | Lebih rendah. |
Uji Perendaman | Sebagian terapung (karena serat & kulit), sebagian tenggelam. | Hampir semua tenggelam (karena mudah menyerap air). |
Harga | Lebih murah. | Lebih mahal. |
Penggunaan | Terutama pakan ternak. | Bisa dimakan manusia & ternak, lebih bernutrisi tinggi. |
- Uji Rendam Air: Ambil sedikit bahan, rendam di gelas. Jika banyak yang mengapung, itu dedak (atau bahkan sekam giling). Jika sebagian besar tenggelam, itu bekatul.
- Uji Sentuh: Rasakan teksturnya, bekatul lebih halus, dedak terasa lebih kasar







