Apa beda dedak dengan bekatul?

Berikut adalah perbedaan dedak dengan bekatul :

Bekatul dan dedak sama-sama produk sampingan penggilingan padi, tapi dedak (lapisan luar + lembaga) lebih kasar, banyak serat kasar, sebagian mengapung di air, dan lebih murah; sedangkan bekatul (lapisan dalam + aleuron) lebih halus, kandungan seratnya rendah, hampir semua tenggelam di air, dan harganya lebih mahal. Perbedaan utama ada pada letak lapisan saat digiling (dedak dari penyosohan awal, bekatul dari penyosohan kedua), sehingga nutrisi dan teksturnya berbeda.  

Apa beda dedak dengan bekatul?
Apa beda dedak dengan bekatul?

Berikut tabel perbedaannya: 

Fitur
Dedak (Rice Bran)
Bekatul (Polish/Bran)
Asal
Lapisan luar butiran padi (perikarp) + lembaga biji (penyosohan 1).
Lapisan dalam butiran padi (aluron) + sedikit endosperma (penyosohan 2).
Tekstur
Lebih kasar, kadang masih ada rambut/kulit padi.
Lebih halus.
Kandungan Serat Kasar
Lebih tinggi.
Lebih rendah.
Uji Perendaman
Sebagian terapung (karena serat & kulit), sebagian tenggelam.
Hampir semua tenggelam (karena mudah menyerap air).
Harga
Lebih murah.
Lebih mahal.
Penggunaan
Terutama pakan ternak.
Bisa dimakan manusia & ternak, lebih bernutrisi tinggi.
Bagaimana cara membedaka dedak dengan bekatul? 
Berikut adalah cara membedakan dedak dengan bekatul :
  • Uji Rendam Air: Ambil sedikit bahan, rendam di gelas. Jika banyak yang mengapung, itu dedak (atau bahkan sekam giling). Jika sebagian besar tenggelam, itu bekatul. 
  • Uji Sentuh: Rasakan teksturnya, bekatul lebih halus, dedak terasa lebih kasar

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top