Menu

Mode Gelap
5 Alasan Memilih Asus Expertbook P3405 untuk Bisnis Anda Bahasa Arab “Induk bebek melindungi anak-anaknya” adalah … Bahasa Arab “Induk jerapah melindungi anak-anaknya” adalah … Bahasa Arab “Induk singa melindungi anak-anaknya” adalah … Bahasa Arab “Induk ayam melindungi anak-anaknya” adalah … Arti Kata Bercamping-camping Menurut KBBI

ekonomi

8 Saham di BEI yang diprediksi memiliki potensi dividen 2025/2026

khoiribadge-check


8 Saham di BEI yang diprediksi memiliki potensi dividen 2025/2026 Perbesar

Berikut adalah 8 saham di BEI yang diprediksi memiliki potensi dividen rutin dan yield menarik untuk 2025/2026, lengkap dengan data dan catatan pentingnya. Informasi berdasarkan publikasi pasar hingga pertengahan tahun 2025 namun bukan menjadi jaminan masa depan, tapi bisa menjadi referensi sebagai acuan pengambilan kebijakan di masa mendatang. Beberapa perhitungan peramalan selalu menggunakan data masa lalu untuk mengambil kegiatan di masa mendatang.

Saham di BEI yang diprediksi memiliki potensi dividen 2025/2026

Berikut adalah 8  Saham dengan potensi dividen dan yield menarik :

| Kode | Nama Emiten | Perkiraan Yield / Data Terkini | Kelebihan & Catatan |

1.) PTBA (Bukit Asam Tbk)| Emiten pertambangan batu bara | Yield historis ~15,6 % berdasarkan data awal 2025. | Telah rutin membagikan dividen tiap tahun; prospeknya tergantung harga batu bara global dan regulasi lingkungan. Risiko terhadap fluktuasi harga komoditas. |

2.) ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk)| Batu bara / tambang | Yield historis ~12,6 %.| Juga rutin bagi dividen. Namun tergantung kestabilan permintaan dan harga batubara serta kebijakan pajak atau ekspor. |

3.) ASII (Astra International Tbk)| Konglomerasi (otomotif, distribusi, alat berat) | Yield historis sekitar 10-11 %.| Kekuatan merek dan diversifikasi bisnis mendukung. Tapi otomatis usaha & kondisi ekonomi domestik berpengaruh besar, misalnya permintaan otomotif. |

4.) BBRI (Bank Rakyat Indonesia Tbk) | Perbankan | Prediksi yield ~8-9 %. Contoh: yield 8,13 % untuk dividen tahun buku 2024. | Bank besar + likuiditas tinggi; stabil. Risiko: suku bunga, kredit bermasalah, regulasi perbankan. |

5.) BMRI (Bank Mandiri Tbk)| Perbankan | Yield historis juga cukup tinggi (BMRI punya yield di atas 10 % dalam beberapa data).| Kekuatan sebagai bank besar, memiliki basis nasabah luas. Tapi seperti bank lain, sensitif terhadap kondisi ekonomi, suku bunga, inflasi, dan regulasi. |

6.) UNTR (United Tractors Tbk) | Alat berat / pertambangan | Yield historis di atas 9 % dalam beberapa laporan.| Diversifikasi usaha (alat berat, konstruksi, jasa tambang). Tergantung proyek infrastruktur, siklus pertambangan, dan harga komoditas. |

7.) PGAS (Perusahaan Gas Negara Tbk)| Utilitas (gas) | Yield historis hampir 9,8 %. ([Bareksa.com][1]) | Usaha utilitas cenderung lebih stabil. Risiko: regulasi tarif gas, investasi infrastruktur, kondisi ekonomi makro. |

8.) UNVR (Unilever Indonesia Tbk) | Konsumer | Yield ~9,8 % historis dalam daftar emiten yield tinggi. ([Bareksa.com][1]) | Produk konsumsi biasanya stabil; permintaan konsumen tetap meski ekonomi lesu. Risiko: biaya bahan baku, persaingan, perubahan selera konsumen. |

Catatan Penting dan Risiko

Berikut adalah 5 catatan penting dan risiko dari 8 Saham di atas sebagai berikut :

  1. Perubahan Harga Komoditas : Untuk saham tambang seperti PTBA dan ITMG, perubahan harga batu bara global punya dampak besar terhadap laba dan kemampuan membayar dividen.
  2. Regulasi & Pajak: Kebijakan pemerintah (pajak, ekspor impor, tarif gas, lingkungan) bisa mengubah prospek dividen.
  3. Payout Ratio: Perusahaan harus dapat menjaga profit cukup untuk membayar dividen rutin. Jika laba turun, bisa jadi dividen dikurangi.
  4. Likuiditas & Volatilitas : Saham dengan yield tinggi kadang punya likuiditas yang lebih rendah atau harganya fluktuatif — bisa berisiko kalau perlu menjual cepat.
  5. Kondisi Ekonomi Makro: Inflasi, suku bunga, nilai tukar, dan kondisi global bisa mempengaruhi kinerja perusahaan & daya beli konsumen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Menabung emas lebih baik di Pegadaian atau simpan sendiri di rumah

4 Februari 2026 - 14:30 WIB

Menabung emas lebih baik di Pegadaian atau simpan sendiri di rumah

Penilaian MSCI membuat BEI mensuspensi perdagangan saham Indonesia

4 Februari 2026 - 14:12 WIB

Akibat the Fed menahan suku bunga bagi harga emas

3 Februari 2026 - 11:54 WIB

Lebih baik mencari pekerjaan di pendapatan per kapita tinggi atau PDRB tinggi?

26 Januari 2026 - 13:58 WIB

Harga Emas 23 Januari 2026 meroket kembali

23 Januari 2026 - 10:53 WIB

Harga emas dunia turun sebesar 2=3% pada Selasa 28 Oktober 2025
Trending di Berita