Mangan opo artinya dan contoh kalimatnya di bahasa Jawa Bentuk jamak kata (فَلَكٌ) falakun adalah … Cara Memilih Laptop yang Bagus di Harga 5 Juta Rupiah Cara membuat pepaya lebih gemuk dan sehat Cara memilih bakpia yang bagus, lezat dan tahan lama Cara menyambungkan mouse wireless USB ke iPad

Biologi

Bahaya menjewer telinga anak ketika marah

khoiribadge-check

Apakah berbahaya menjewer telinga anak ketika marah?

Menjewer telinga anak ketika dia melakukan kesalahan adalah budaya yang lumrah di masyarakat Indonesia penulis juga pernah merasakan hal tersebut seperti dijewer di selantik ataupun ditampar ketika masih anak-anak.

Namun seiring berkembangnya pengetahuan yang diperoleh oleh masyarakat Indonesia kemudian akses ke pengetahuan berbasis digital seperti internet maka seharusnya tingkah yang sangat bisa dikurangi atau dihilangkan.

Berikut adalah dua dampak negatif dan bahaya yang bisa terjadi akibat menjewer telinga anak:

1. Bahaya Fisik (Medis)

Struktur telinga anak masih dalam masa pertumbuhan dan memiliki bagian-bagian yang cukup sensitif. Menjewer dengan tekanan atau tarikan yang kuat bisa menyebabkan hal serius sebagai berikut :

  • Cedera Tulang Rawan (Kartilago): Daun telinga sebagian besar terbentuk dari tulang rawan. Tarikan keras bisa menyebabkan robekan kecil di bawah kulit atau memar (hematoma). Jika darah berkumpul di sana dan tidak ditangani, bisa memicu kondisi yang disebut cauliflower ear (perubahan bentuk daun telinga secara permanen).
  • Kerusakan Saraf: Di sekitar telinga terdapat banyak jaringan saraf halus. Tarikan atau pelintiran yang terlalu kencang berisiko mengganggu fungsi saraf di area tersebut.
  • Luka dan Infeksi: Jika kuku penjewer panjang atau tarikannya terlalu kasar, kulit telinga anak bisa lecet atau robek. Luka terbuka ini sangat rentan terkena infeksi bakteri.

2. Dampak Psikologis dan Emosional

Anak-anak belajar dari apa yang mereka alami. Hukuman fisik, sekecil apa pun, memiliki efek jangka panjang pada mentalnya:

  • Memicu Perilaku Agresif: Anak yang sering menerima hukuman fisik cenderung meniru tindakan tersebut. Mereka akan berpikir bahwa kekerasan fisik adalah cara yang sah untuk menyelesaikan masalah atau meluapkan kekesalan kepada temannya.
  • Merusak Hubungan dan Kepercayaan: Menjewer menciptakan rasa takut, bukan rasa hormat. Anak akan merasa tidak aman di dekat orang tuanya dan perlahan menarik diri dari komunikasi yang terbuka.
  • Menurunkan Rasa Percaya Diri: Hukuman fisik yang disertai rasa malu (terutama jika dilakukan di depan orang lain) bisa membuat anak merasa tidak berharga dan rendah diri.

Bagaimana solusinya supaya tidak menjewer Anal?

Daripada menggunakan kontak fisik saat anak melakukan kesalahan atau sulit diatur, terdapat beberapa metode pendekatan disiplin positif yang jauh lebih efektif untuk mendidik anak-anak:

  1. Berikan Konsekuensi Logis: Misalnya, jika anak tidak mau merapikan mainannya, konsekuensinya adalah mainan tersebut disimpan oleh orang tua selama beberapa hari.
  2. Gunakan Metode Time-Out: Jauhkan anak sejenak dari situasi yang membuatnya rewel untuk menenangkan diri (misalnya duduk diam selama 2–3 menit sesuai usia anak).
  3. Komunikasi Tegas tanpa Kekerasan: Dekati anak, sejajarkan posisi mata Anda dengan mata anak, lalu sampaikan dengan suara yang tenang namun tegas mengapa perbuatannya salah.

Mendisiplinkan anak memang butuh kesabaran ekstra. Mengganti hukuman fisik dengan ketegasan yang konsisten akan jauh lebih membentuk karakter anak dengan baik tanpa menyakiti fisiknya.

 

Baca Lainnya

Cara membuat pepaya lebih gemuk dan sehat

26 Juli 2026 - 06:09 WIB

Melihat mobil Volkswagen masuk ke stasiun Kota Kediri

24 Juli 2026 - 13:04 WIB

Cara Memelihara Anak Ayam Kampung Supaya Tumbuh Sehat Sampai Dewasa

23 Juli 2026 - 08:47 WIB

Saham HMETD di BEI tanggal 22 Juli 2026

22 Juli 2026 - 14:37 WIB

5 Tips Belajar di Awal Tahun Baru untuk Siswa SMP

17 Juli 2026 - 08:36 WIB

Trending di Berita