WASHINGTON D.C. – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan sinyal kuat bahwa operasi militer Amerika Serikat di Iran akan segera berakhir. Dalam pernyataannya di Gedung Putih pada Selasa (31/03/2026) waktu setempat, Trump menyatakan keyakinannya bahwa AS akan meninggalkan konflik tersebut dalam kurun waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Jadi sekitar tanggal 14 atau 21 April 2026 tentara AS akan meninggalkan konflik di Iran jika memang rencana tersebut terealisasi.
Pernyataan ini muncul di tengah tekanan domestik akibat melonjaknya harga bahan bakar yang kini mencapai rata-rata $4 per galon. Trump menegaskan bahwa cara tercepat untuk menurunkan harga minyak dunia adalah dengan mengakhiri keterlibatan militer di kawasan tersebut.
Fokus pada Penarikan, Bukan Selat Hormuz
Hal yang paling mengejutkan dari pengumuman ini adalah sikap Trump terkait Selat Hormuz. Meskipun jalur maritim strategis tersebut saat ini masih dalam kondisi tidak menentu dan belum sepenuhnya terbuka untuk lalu lintas perdagangan global secara normal, Trump mengisyaratkan bahwa hal itu tidak akan menunda jadwal kepulangan pasukan AS.
“Kita akan segera keluar. Jika negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka bisa melewati Selat Hormuz dan mengurus keamanan mereka sendiri. Saya pikir itu akan cukup aman, tapi itu bukan lagi urusan kita,” ujar Trump kepada wartawan.
Klaim Kemenangan dan Perubahan Rezim
Trump mengklaim bahwa tujuan utama operasi militer, yang dimulai sejak akhir Februari lalu, telah tercapai. Ia merujuk pada “perubahan rezim” yang terjadi setelah tewasnya Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara sebelumnya, serta lumpuhnya ambisi nuklir Teheran.
Trump juga mengatakan bahwa Iran butuh waktu sekitar 10-15 tahun ke depan untuk membangun senjata nuklir, Menurut Presiden Trump Negara Iran juga sudah tidak mempunyai senjata rudal balistik, tidak mempunyai pasukan tentara udara, tentara laut juga tidak mempunyai pemimpin, sebagaimana terlihat pada video di atas.
Walaupun Selat Hormuz masih menjadi titik panas geopolitik, bahkan sampai sekarang tanggal 1 April 2026 masih menjadi kendali negara Iran, Trump memilih untuk menyerahkan sisa urusan diplomatik dan keamanan jalur laut tersebut kepada negara-negara sekutu dan mekanisme internasional. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah memulihkan stabilitas ekonomi dalam negeri Amerika Serikat.

Respons Pasar
Pasar saham di New York dilaporkan merespons positif kabar ini dengan kenaikan signifikan dalam 10 bulan terakhir. Para investor berharap berakhirnya konflik akan segera menstabilkan harga energi global yang sempat terguncang selama satu bulan terakhir.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengonfirmasi bahwa akan ada pidato kenegaraan resmi dalam waktu dekat untuk memberikan detail lebih lanjut mengenai lini masa penarikan mundur ini.











