Apa Bahasa Jawanya Berdiri?
Bahasa Jawa berdiri adalah adeg, ngadeg, jumeneng. Adapun adeg termasuk ngoko sedangkan ngadeg termasuk krama madya dan jumeneng termasuk krama inggil, kata adeg termasuk ngoko digunakan untuk berbicara dengan orang yang seusia kita atau dengan teman kita, kata ngadeg dan jumeneng adalah krama madya dan krama inggil digunakan untuk berbicara kepada orang tua kita atau yang kita hormati.
Berikut adalah 10 contoh kalimat dengan kata berdiri di bahasa Jawa dan artinya di bahasa Indonesia. Apabila saudara mempunyai pertanyaan silahkan tulis melalui kolom komentar di bawah.
- Adhimu wes belajar ngadeg neng omah artinya adik anda sudah belajar berdiri di rumah.
- Benderone wes ngadek jejek neng pinggir lawang artinya Tiang Bendera sudah berdiri tegak di pinggir pintu.
- Dewek e ora biso ngadeg mergo isih loro artinya dirinya tidak bisa berdiri sebab masih sakit
- Aku arep nulung andini ben iso ngadeg Artinya saya akan menolong Andini supaya bisa berdiri.
- Bocah seng tabrakan neng pinggir dalan gurung biso ngadeg nganti sak iki Artinya anak yang bertabrakan di pinggir jalan belum bisa berdiri hingga sekarang.
- Kulo ajrih menawi Pak Guru Bambang jumeneng neng ngarso kulo Artinya saya takut jika pak guru Bambang berdiri di depan saya.
- Sinten ingkang jumeneng ngagem ageman abrit niku? artinya Siapa yang berdiri memakai baju merah itu.
- Neng Fatmawati ingkang jumeneng ing ngarso kelas ndamel ageman batik abrit Artinya Ning Fatmawati yang berdiri di depan kelas memakai baju batik merah.
- Bapak ibu guru sampun jumeneng ten ngarso sekolah artinya Bapak Ibu guru sudah berdiri di depan sekolah.
- Sinten ingkang jumeneng teng mburine sampean? artinya Siapa yang berdiri di belakang anda.








