- PDRB Tinggi (Total Ekonomi):
- Kelebihan: Umumnya pusat industri atau kota besar, lapangan kerja sangat banyak.
- Kekurangan: Persaingan tinggi, biaya hidup tinggi, dan pendapatan belum tentu merata.
Adapun contoh provinsi dengan PDRB tinggi seperti Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Jawa Barat, mencari pekerjaan di sektor formal lebih mudah di Jawa Timur karena lapangan pekerjaan yang besar, penduduknya juga besar, sehingga memudahkan untuk menjelas jasa atau produk manufaktur.
Walaupun gaji yang diperoleh tidak sebanyak UMK wilayah dengan pendapatan per Kapita Tinggi seperti Kota Jakarta, Tarakan atau Batam.
- Per Kapita Tinggi (Kesejahteraan Individu):
- Kelebihan: Indikator kemakmuran yang lebih akurat, umumnya menjanjikan standar upah dan kesejahteraan yang lebih layak.
- Kekurangan: Mungkin lapangan kerja tidak sebanyak daerah dengan PDRB total raksasa.
Adapun contoh provinsi dengan pendapatan per kapita tinggi seperti Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara, Mencari pendapatan dengan UMK tinggi lebih mudah di wilayah tersebut walaupun juga diimbangi dengan biaya hidup yang tinggi.
Kesimpulan:







