Apa Artinya Zada?
Zada merupakan bentuk fi’il madhi. Zada artinya meningkatkan atau menambah atau melebihkan. Tulisan arab Zada adalah زَادَ. dimana kata Zada terdiri dari 3 huruf hijaiyah, yakni huruf Za’, huruf Alif dan huruf Dal. Kata Zada akan sering kita temukan di dalam percakapan dan tulisan bahasa arab.
Adapun bentuk perubahan atau tashrif kata Zada (زَادَ) sebagai berikut
زَادَ يَزِيْدُ زِيَادَةً وَمَزِيْدَةً فَهُوَ زَائِدٌ وَذَاكَ مَزِيْدٌ زِدْ لاَتَزِدْ مَزِيْدٌ مَزِيْدٌ مِزْيَدٌ
Zada – yazidu – ziyadatan – wa mazidatan – fahuwa – zaidun – wa dzaka – mazidun – zid – la tazid – mazidun -mazidun – mizyadun
- Fi’il Madhi = (زَادَ) Zada artinya telah meningkatkan
- Fi’il Mudhori’ = (يَزِيْدُ) Yazidu artinya sedang meningkatkan
- Masdar = (زِيَادَةً) Ziyadatan artinya peningkatan
- Isim Fa’il = (زَائِدٌ) Zaidun artinya Orang yang meningkatkan
- Isim Maf’ul = (مَزِيْدٌ) Mazidunn artinya yang ditingkatkan
- Fi’il Amr = (زِدْ) Zid artinya Tingkatkanlah!
- Fi’il Nahi = (لاَتَزِدْ) La Tazid artinya janganlah engkau meningkatkan!
- Isim Makan/Isim Zaman = (مَزِيْدٌ) Mazidun artinya tempat atau waktu meningkatkan
- Isim Alat = (مِزْيَدٌ) Mizyadun artinya alat untuk meningkatkan
Kata (زَادَ) Zada bisa berubah menjadi zidtu, zadat dan zidtun tergantung pada dhomir (kata ganti yang digunakan). Adapun perubahan kata berdasarkan dhomirnya disebut dengan tashrif lughowi, berikut ini penjelasan dan contoh tentang tasrif lughowi fi’il madhi kata (زَادَ) Zada.
Tashrif Lughowi fi’il Madhi kata (زَادَ) Zada
Tashrif adalah perubahan kata, di dalam bahasa arab penggunaan kata kerja akan berubah-ubah sesuai dengan dhomir (kata ganti) yang berada di depannya, sehingga penulisan kalimat saya telah meningkatkan dengan kamu telah meningkatkan itu berbeda. Di bawah ini adalah penulisan Tashrif Lughowi Fi’il Madhi dengan kata (زَادَ) Zada dari kata ganti dengan huruf ana sampai nahnu, di mana perubahan bentuk fi’il madhi dengan dhomir disebut juga tasrif lughowi fi’il madhi
- هُوَ زَادَ Huwa Zada artinya Dia laki-laki telah meningkatkan
- هُمَا زَادَا Huma Zadaa artinya Mereka laki-laki berdua telah meningkatkan
- هُمْ زَادُوا Hum Zadu artinya Mereka laki laki telah meningkatkan
- هِيَ زَادَتْ Hiya Zadats artinya Dia wanita telah meningkatkan
- هُمَا زَادَتَا Huma Zadata artinya Mereka wanita berdua telah meningkatkan
- هُنَّ زِدْنَ Hunna Zidna artinya Mereka wanita telah meningkatkan
- أَنْتَ زِدْتَ Anta Zidta artinya Kamu laki-laki telah meningkatkan
- أَنْتُمَا زِدْتُمَا Antuma Zidtuma artinya Kamu berdua laki-laki telah meningkatkan
- أَنْتُمْ زِدْتُمْ Antum Zidtum artinya Kamu semua laki-laki telah meningkatkan
- أَنْتِ زِدْتِ Anti Zidti artinya Kamu wanita telah meningkatkan
- أَنْتُمَا زِدْتُمَا Antuma Zidtuma artinya Kamu berdua wanita telah meningkatkan
- أَنْتُنَّ زِدْتُنَّ Antunna Zidtunna artinya Kamu semua wanita telah meningkatkan
- أَنَا زِدْتُ Ana Zidtu artinya Saya telah meningkatkan
- نَحْنُ زِدْنَا Nahnu Zidna artinya Kami telah meningkatkan
Contoh Kalimat dengan kata Zada (زَادَ)
Berikut adalah 5 contoh kalimat dengan kata Zada (زَادَ) di dalam Al Qur’an. adapun warna kuning kami berikan kepada kata yang menggunakan kata Zada (زَادَ), supaya memudahkan di dalam mempelajari dan memahaminya. Apabila saudara mempunyai pertanyaan silakan tulis melalui kolom komentar di bawah
- فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ fi qulubihim marodhun fazadhumullahu marodhon artinya Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; (Al Baqoroh ayat 10)
- قَالَ اِنَّ اللّٰهَ اصْطَفٰىهُ عَلَيْكُمْ وَزَادَهٗ بَسْطَةً فِى الْعِلْمِ وَالْجِسْمِ ۗ qola innallahash thofaahu ‘alaikum wazadahu basthotan fil ‘ilmi wal jismi artinya (Nabi) menjawab, “Allah telah memilihnya (menjadi raja) kamu dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik.” (AL Baqoroh ayat 247)
- اَلَّذِيْنَ قَالَ لَهُمُ النَّاسُ اِنَّ النَّاسَ قَدْ جَمَعُوْا لَكُمْ فَاخْشَوْهُمْ فَزَادَهُمْ اِيْمَانًاۖ al ladzina qola lahumunnasu innannasa qod jama’uu lakum fakhsyauhum fazadahum imanan artinya (Yaitu) orang-orang (yang menaati Allah dan Rasul) yang ketika ada orang-orang mengatakan kepadanya, “Orang-orang (Quraisy) telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,” ternyata (ucapan) itu menambah (kuat) iman mereka (Ali Imron ayat 173)
- وَاذْكُرُوْٓا اِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَاۤءَ مِنْۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوْحٍ وَّزَادَكُمْ فِى الْخَلْقِ بَصْۣطَةً wadzkuru idz ja’alakum khulafaa a min ba’di qoumi nuhin wazadakum fil kholqi bashthotan artinya Ingatlah ketika Dia menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah setelah kaum Nuh, dan Dia lebihkan kamu dalam kekuatan tubuh dan perawakan. (Al A’rof ayat 69)
- وَاِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ اٰيٰتُهٗ زَادَتْهُمْ اِيْمَانًا وَّعَلٰى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُوْنَۙ waidza tuliyat ‘alaihim aayaatuhu zadathum imanan wa ‘ala robbihim yatawakkaluna artinya dan apabila dibacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, bertambah (kuat) imannya dan hanya kepada Tuhan mereka bertawakal, (Al Anfal ayat 2)








