Apakah IHSG naik atau turun ketika harga minyak dunia naik?
Ketika harga minyak dunia naik, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) biasanya akan turun. [1]
Ketika IHSG turun maka biasanya saham-saham perusahaan juga akan turun bagi sebagian dari kalian mungkin ini saatnya untuk membeli saham di harga yang murah atau istilahnya serok bawah, sebelum harganya naik lagi.
Keuntungan membeli saham di harga murah kita bisa menjual dengan keuntungan yang lebih banyak daripada membelinya di harga tinggi. Misalnya saham BBRI atau BBCA turun hingga ke harga Rp 100.000 per lot, kita bisa beli 10 lot atau 100 Lot dan kita jual ketika harganya naik hingga mencapai Rp 600.000 per lot jadi keuntungannya bisa 600%.
Adapun penyebab IHSG Turun Saat Harga Minyak Naik sebagai berikut:
- Inflasi Tinggi: Harga energi yang mahal membuat biaya produksi dan transportasi naik. Hal ini memicu kenaikan inflasi global. [1]
- Suku Bunga Naik: Bank sentral Amerika Serikat (The Fed) cenderung menaikkan atau menahan suku bunga di level tinggi lebih lama untuk meredam inflasi. [1]
- Modal Asing Keluar: Investor global menarik dana dari negara berkembang (termasuk Indonesia) beralih ke aset yang lebih aman saat suku bunga tinggi. [1]
- Tekanan Domestik: Beban subsidi energi negara bisa meningkat dan menekan nilai tukar rupiah, membuat investor melepas saham di IHSG. [1]









