Menu

Mode Gelap
Mungkinkah harga emas dunia turun ke 100 USD per gram di 2026? Arti Kata Bercelak Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Arti Kata Celak Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Arti Kata Bercelah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Arti Kata Celah Suara Menurut KBBI Arti Kata Celah Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

ekonomi

Mungkinkah harga emas dunia turun ke 100 USD per gram di 2026?

khoiribadge-check


Mungkinkah harga emas dunia turun ke 100 USD per gram di 2026? Perbesar

Mungkinkah harga emas dunia turun ke 100 USD per gram di 2026?

Situasi pasar emas pada bulan Maret 2026 memang cukup anomali dibandingkan teori aset aman (safe haven) yang biasa kita dengar. Berdasarkan data pasar per 27 Maret 2026, berikut adalah analisis mengenai kemungkinan harga emas turun ke level 100 USD per gram:

Kondisi Harga Saat Ini

Saat ini, harga emas dunia berada di kisaran 141–145 USD per gram (sekitar 4.390–4.530 USD per troy ons). Meskipun terjadi perang antara Iran melawan AS dan Israel, harga emas justru mengalami koreksi tajam dari titik tertingginya di Januari 2026 yang sempat menyentuh 180 USD per gram (5.600 USD per troy ons).

Mungkinkah Harga Emas Mencapai 100 USD per Gram?

Harga Emas turun hingga mencapai angka 100 USD per gram (setara dengan 3.110 USD per troy ons) adalah skenario yang sangat kecil kemungkinannya namun tidak mustahil dalam jangka pendek jika terjadi “pembersihan likuiditas” (liquidity flush). Berikut 3 alasan ekonomisnya:

  1. Kebutuhan Tunai Mendadak (Margin Calls): Saat perang besar pecah, pasar saham biasanya anjlok. Investor besar sering kali terpaksa menjual emas mereka—aset yang paling mudah dicairkan—untuk menutupi kerugian di sektor lain. Inilah yang menyebabkan harga turun di awal konflik.

  2. Dolar AS yang Terlalu Kuat: Perang sering kali membuat orang menyerbu Dolar AS sebagai mata uang cadangan utama. Karena emas dipatok dalam Dolar, penguatan Dolar yang ekstrem secara otomatis menekan harga emas.

  3. Inflasi dan Suku Bunga: Perang di Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak. Hal ini meningkatkan ekspektasi inflasi, yang memicu kekhawatiran bahwa Bank Sentral (The Fed) akan menaikkan suku bunga lagi di tahun 2026 ini. Suku bunga tinggi adalah “musuh” utama emas.

Mengapa harga emas sulit turun di bawah 100 USD?

Mayoritas analis (seperti dari Goldman Sachs dan JP Morgan) justru memprediksi harga emas akan berkonsolidasi di level 130–140 USD dan kembali naik ke 160 USD di akhir tahun 2026. Angka 100 USD dianggap sebagai level dukungan (support) psikologis yang sangat kuat karena:

  • Biaya Produksi: Biaya penambangan emas terus meningkat; harga di bawah 100 USD akan membuat banyak tambang tidak menguntungkan.

  • Permintaan Bank Sentral: Negara-negara seperti Tiongkok dan India terus menambah cadangan emas mereka setiap kali terjadi penurunan harga yang signifikan.


Perbandingan Harga dalam USD dan Rupiah

Sebagai gambaran kasar dengan asumsi kurs Rupiah saat ini:

SatuanHarga Saat Ini (Estimasi)Target 100 USD/Gram
Per Gram~141 USD100 USD
Per Troy Ons~4.385 USD3.110 USD
Harga Logam Mulia (IDR)Rp 2.850.000Rp 1.600.000 – Rp 1.800.000*

*Tergantung fluktuasi kurs Rupiah terhadap Dolar.

Kesimpulan: Penurunan ke 100 USD per gram memerlukan kombinasi dari penguatan Dolar AS yang luar biasa ekstrem dan aksi jual emas yang panik secara global. Secara historis, emas biasanya justru rebound (berbalik naik) dengan kuat setelah fase likuidasi awal perang selesai.

Baca Lainnya

Memahami Crude OIl WTI

20 Maret 2026 - 22:03 WIB

Memahami Crude OIl WTI

Dikabarkan Jet Tempur F15 USA jatuh di Kuwait

2 Maret 2026 - 14:55 WIB

Dampak serangan AS dan Israel ke Iran terhadap harga emas

28 Februari 2026 - 17:07 WIB

Dampak serangan AS dan Israel ke Iran terhadap harga emas

Gadai BPKB Motor Adira Cimanggis Depok Terpercaya

25 Februari 2026 - 11:16 WIB

Astra Otoparts Exhibition 2026: Inisiatif Dorong Pertumbuhan & Perkuat Resiliensi melalui Inovasi, Digitalisasi & Keberlanjutan 

20 Februari 2026 - 11:08 WIB

Astra Otoparts Exhibition 2026: Inisiatif Dorong Pertumbuhan & Perkuat Resiliensi melalui Inovasi, Digitalisasi & Keberlanjutan 
Trending di Berita