ISTANBUL – Tim Nasional Turki berhasil menjaga asa untuk tampil di putaran final Piala Dunia 2026 setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Rumania dalam laga semifinal play-off Zona Eropa (Jalur C), Jumat (27/3/2026) dini hari WIB.
Berlaga di hadapan publik sendiri di Stadion Tüpraş (Beşiktaş Park), Istanbul, “Ay-Yıldızlılar” tampil dominan namun kesulitan menembus pertahanan disiplin Rumania. Gol semata wayang yang menjadi pembeda dalam laga ini tercipta pada menit ke-53 melalui aksi Ferdi Kadioglu, yang memanfaatkan umpan jenius dari hampir separuh lapangan oleh bintang muda Real Madrid, Arda Guler.
Jalannya Pertandingan
Sejak peluit pertama dibunyikan, Turki langsung mengambil inisiatif serangan. Arda Guler yang menjadi motor serangan beberapa kali mengancam lewat pergerakan lincahnya. Namun, Rumania bukan tanpa perlawanan. Tim tamu hampir mengejutkan tuan rumah pada babak pertama melalui serangan balik cepat Vlad Dragomir, namun bola masih membentur tiang gawang.
Kebuntuan akhirnya pecah di babak kedua. Pada menit ke-53, Arda Guler menunjukkan kelasnya dengan melepaskan umpan terobosan membelah pertahanan yang sangat akurat. Ferdi Kadioglu yang muncul dari sisi kiri berhasil menerima bola dengan sempurna dan melepaskan tembakan terukur yang gagal dibendung kiper Rumania, Ionut Radu.
Perlawanan Rumania
Timnas Rumania bukannya tanpa peluang menakjubkan, sebagaiamana terlihat pada video di atas bahwa striker Rumania berhasil menendang bola melewati kiper Turki namun masih membentur tiang gawang. Sementara gol Hagi dianggap tidak sah oleh wasit karena terdapat pelanggaran oleh pemain Rumania sebelum dia menendang bola ke gawang Turki.

Statistik Kunci Pertandingan
| Kategori | Turki | Rumania |
| Skor Akhir | 1 | 0 |
| Penguasaan Bola | 62% | 38% |
| Tembakan (Tepat Sasaran) | 14 (5) | 7 (2) |
| Pencetak Gol | Ferdi Kadioglu (53′) | – |
| Assist | Arda Guler | – |
Penantian 24 Tahun
Kemenangan ini membawa Turki melaju ke babak final play-off Jalur C, di mana mereka akan menghadapi Kosovo (yang secara mengejutkan mengalahkan Slovakia 4-3).
Jika berhasil menang di laga final nanti, Turki akan mengakhiri dahaga panjang selama 24 tahun untuk kembali berlaga di panggung tertinggi sepak bola dunia, sejak terakhir kali mereka berpartisipasi dan meraih peringkat ketiga pada Piala Dunia 2002.
Pelatih Turki, Vincenzo Montella, memuji ketenangan anak asuhnya. “Kami tahu ini akan sulit, tapi kualitas individu seperti Arda (Guler) dan kerja keras tim membuat perbedaan. Kami belum selesai, masih ada satu rintangan lagi,” ujarnya usai laga.











