Mengapa penilaian MSCI membuat BEI mensuspensi perdagangan saham Indonesia?
“Pada hari Kamis tanggal 29 Januari 2026, telah dilakukan tindakan pembekuan sementara perdagangan (trading halt) sistem perdagangan di PT BEI pada pukul 09:26:01 waktu Jakarta Automated Trading System (JATS),” kata BEI dalam siaran pers.
Sebenarnya, penilaian MSCI tidak secara langsung mensuspensi saham di Indonesia. Yang melakukan suspensi atau trading halt adalah Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun, penilaian atau pengumuman dari MSCI (Morgan Stanley Capital International) memang sering menjadi “badai” yang memicu pergerakan ekstrem tersebut. Berikut adalah 4 alasan logis mengapa suspensi perdagangan saham terjadi di Indonesia:
1. Kekuatan Dana “Pasif” Global
MSCI adalah penyedia indeks saham global yang menjadi acuan bagi manajer investasi di seluruh dunia. Jika MSCI menuruh para fund manager asing membeli saham A, maka semuanya harus ikut, Namun jika MSCI menolak untuk membeli saham atau emiten di sebuah negara maka para fund manager harus mengikutinya.
Ada triliunan Rupiah dana dari ETF (Exchange Traded Funds) dan Index Funds yang wajib mengikuti komposisi MSCI.
Jika MSCI memasukkan saham X ke dalam indeksnya, maka fund manager luar negeri harus beli saham tersebut, berapapun harganya.
Jika MSCI mengeluarkan saham Y, mereka wajib jual saat itu juga.
2. Efek Rebalancing (Penyesuaian Portofolio)
MSCI melakukan tinjauan (review) berkala (biasanya kuartalan atau semesteran). Saat hasil tinjauan ini diimplementasikan (hari efektif), terjadi volume transaksi yang luar biasa besar dalam waktu yang sangat singkat, biasanya di menit-menit terakhir perdagangan (Market on Close).
3. Terkena Auto Rejection (Penyebab Trading Halt)
BEI memiliki aturan Auto Rejection Atas (ARA) dan Auto Rejection Bawah (ARB) untuk menjaga agar harga saham tidak naik atau turun terlalu liar dalam satu hari.
Permintaan/Penawaran Ekstrem: Karena dana asing masuk atau keluar secara masif secara bersamaan akibat pengumuman MSCI, harga saham seringkali langsung melonjak ke titik ARA atau anjlok ke titik ARB.
Trading Halt: Jika pergerakan harga ini memicu volatilitas yang tidak wajar atau IHSG turun sangat dalam secara keseluruhan, BEI akan melakukan trading halt (penghentian perdagangan sementara) untuk memberikan waktu bagi investor agar tidak panik (cooling down period).
4. Suspensi karena “Unusual Market Activity” (UMA)
Jika setelah pengumuman MSCI sebuah saham bergerak sangat liar dan tidak wajar selama beberapa hari, BEI akan menetapkan status UMA. Jika pergerakan tetap tidak terkendali, BEI akan melakukan suspensi (penghentian sementara) untuk meminta klarifikasi dari perusahaan tersebut. Ini dilakukan demi perlindungan investor ritel agar tidak terjebak dalam fluktuasi harga yang terlalu berisiko.
Ringkasan prosesnya sebagai berikut:
| Tahapan | Apa yang Terjadi |
| Pengumuman | MSCI mengumumkan saham yang masuk/keluar indeks. |
| Reaksi Pasar | Dana asing (Big Money) bersiap melakukan transaksi besar-besaran. |
| Eksekusi | Terjadi lonjakan volume transaksi di BEI. |
| Respon Bursa | Harga mentok di ARA/ARB atau bergerak liar $\rightarrow$ BEI melakukan Halt/Suspensi. |
Catatan Penting: Bagi investor ritel, momen rebalancing MSCI ini sering disebut sebagai “hari penghakiman”. Harga bisa berubah drastis dalam hitungan detik di akhir sesi.










