Apakah rakyat Indonesia masih menonton TV di tahun 2026?
Ya — masih banyak orang di Indonesia yang menonton TV di tahun 2026, meskipun kebiasaan itu berubah seiring perkembangan platform digital. Berikut penjelasan yang lebih lengkap: kalian bisa melihatnya dari data statistik di bawah :
📺 1. Penonton TV masih besar
- Survei menunjukkan sekitar 52 % masyarakat Indonesia masih menonton televisi siaran langsung, dan angka ini lebih tinggi di generasi yang lebih tua (sekitar 61 %) — meskipun generasi muda cenderung menontonnya lebih sedikit. (Campaign Indonesia)
- Di berbagai provinsi, sebagian besar penduduk (misalnya di Jakarta sekitar 80 %) masih menonton TV dalam seminggu terakhir. (GoodStats Data)
📊 2. Jumlah penonton tetap tinggi secara keseluruhan
- Data Nielsen dan lembaga riset lain memperkirakan bahwa penetrasi TV di Indonesia masih sangat tinggi — mencapai sekitar 90 % dari populasi pada 2024, yang berarti mayoritas rumah tangga memiliki akses TV. (imc.co.id)
- Sebelumnya survei Nielsen juga menunjukkan ratusan juta orang diukur sebagai pemirsa TV ketika panel diperluas, menunjukkan basis penonton yang besar. (kontan.co.id)
📉 3. Perubahan tren konsumsi
- Walaupun masih banyak yang menonton TV, jumlah jam menonton TV sudah menurun terutama karena persaingan dengan konten online, streaming, dan media sosial. (kumparan)
- Generasi muda (Gen Z dan Milenial) lebih cenderung memilih konten digital dibanding TV linear tradisional. (Campaign Indonesia)
📌 Kesimpulan
👉 Ya, masih ada dan bahkan banyak penonton TV di Indonesia di tahun 2026, terutama di kelompok usia yang lebih tua dan di rumah tangga yang menggunakan TV sebagai sumber informasi dan hiburan. Namun, ada tren pergeseran konsumsi ke platform digital di kalangan generasi muda, yang membuat kebiasaan menonton TV berubah dari waktu ke waktu.








