Menu

Mode Gelap
Bentuk jamak kata (ِجُرْثُوْمٌ) jursumun adalah … Bentuk jamak kata (ِمَرْهَمٌ) marhamun adalah … Bentuk jamak kata (ِمِحْقَنَةٌ) mihqonatun adalah … Arti Kata Bercarang Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Arti Kata Carang Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Arti Kata Caran, Bercaran Menurut KBBI

ekonomi

10 Emiten yang konsisten membagi dividen saham di RI

khoiribadge-check

Di Indonesia terdapat beberapa saham yang dikenal rutin membagikan dividen tiap tahun, terutama dari perusahaan besar (blue chip) dan dari sektor yang profitnya stabil.

Berikut adalah 10 emiten yang konsisten membagi dividen saham di RI dilengkapi dengan nama usaha dan penjelasan kegiatan usahanya:

  1. PTBA (Bukit Asam) | Batubara / energi | Perusahaan pertambangan batubara yang sering bagi dividen tinggi.
  2. BMRI (Bank Mandiri) | Perbankan | Rutin membayar dividen; tingkat payout relatif besar.
  3. BBRI (Bank Rakyat Indonesia) | Perbankan | Dividen tiap tahun; dikenal sebagai pilihan populer untuk passive income.
  4. BBNI (Bank Negara Indonesia) | Perbankan | Salah satu bank BUMN yang rutin bayar dividen.
  5. BBCA (Bank Central Asia) | Perbankan | Meskipun yield-nya tidak selalu sebesar bank-bank BUMN, tetapi konsistensinya bagus.
  6. ASII (Astra International) | Otomotif / manufaktur / perdagangan | Blue chip yang hampir selalu bayar dividen; termasuk interim + final.
  7. ADRO (Adaro Energy) | Energi / tambang | Sering masuk daftar saham dengan dividend yield tinggi.
  8. UNTR (United Tractors) | Alat berat / pertambangan | Termasuk saham yang dividennya besar dan sering diperhitungkan investor dividen.
  9. ITMG (Indo Tambangraya Megah) | Energi / tambang batubara | Yield-nya tinggi dan termasuk yang sering masuk radar investor dividen.
  10. TLKM (Telkom Indonesia) | Telekomunikasi | Memiliki pendapatan relatif stabil, dan sebagian laba dibagikan ke pemegang saham.

## ⚠️ Catatan Penting / Risiko

  1. Yield tinggi ≠ selalu aman: Kadang yield tinggi muncul karena harga saham turun tajam, bukan karena kenaikan dividen. Jadi perlu dilihat *rasio pembayaran dividen* dan profit perusahaan.
  2. Frekuensi & waktu pembayaran: Beberapa perusahaan membayar dividen satu kali setahun; ada juga yang interim + final. Tidak semua “tahun depan pasti sama”.
  3. Bisnis & kondisi makro: Perusahaan di sektor energi atau tambang bisa sangat dipengaruhi harga komoditas global, regulasi, pajak. Sektor perbankan dipengaruhi suku bunga, likuiditas, manajemen risiko.
  4. Rasio pembayaran dividen(payout ratio) harus diperhatikan — kalau terlalu tinggi dibanding laba, kemungkinan dividen bisa dikurangi jika laba menurun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dampak serangan AS dan Israel ke Iran terhadap harga emas

28 Februari 2026 - 17:07 WIB

Dampak serangan AS dan Israel ke Iran terhadap harga emas

Gadai BPKB Motor Adira Cimanggis Depok Terpercaya

25 Februari 2026 - 11:16 WIB

Pilih menulis di novel digital atau fisik?

18 Februari 2026 - 15:25 WIB

Menabung emas lebih baik di Pegadaian atau simpan sendiri di rumah

4 Februari 2026 - 14:30 WIB

Menabung emas lebih baik di Pegadaian atau simpan sendiri di rumah

Penilaian MSCI membuat BEI mensuspensi perdagangan saham Indonesia

4 Februari 2026 - 14:12 WIB

Trending di Berita