فَاَجَاۤءَهَا الْمَخَاضُ اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِۚ قَالَتْ يٰلَيْتَنِيْ مِتُّ قَبْلَ هٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا (23)
Tulisan latin: Faajaa ahal makhodhu ila jidz’i nakhlati qolats yaalaitani mittu qobla haadza wa kuntu nasyan mansiyyan
Artinya : Kemudian rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia (Maryam) berkata, “Wahai, betapa (baiknya) aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak diperhatikan dan dilupakan.” Surat Maryam ayat 23
Tafsir Al Qur’an Surat Maryam ayat 23 menurut kitab Tafsir Jalalain
فَاَجَاۤءَهَا (Maka sewaktu datang kepadanya) ketika ia mengalami الْمَخَاضُ (rasa sakit akan melahirkan) yaitu rasa mulas karena akan melahirkan – اِلٰى جِذْعِ النَّخْلَةِۚ (terpaksa ia bersandar- pada pangkal pohon kurma) yakni menyandarkan diri padanya, lalu ia melahirkan. Perlu diketahui bahwa sejak peniupan malaikat Jibril hingga melahirkan hanya memakan waktu sesaat saja – قَالَتْ يٰلَيْتَنِيْ (dia berkata, “Aduhai alangkah baiknya aku) lafal Ya di sini menunjukkan makna Tanbih atau ungkapan kekecewaan- مِتُّ قَبْلَ هٰذَا (mati sebelum ini) yakni sebelum perkara ini- وَكُنْتُ نَسْيًا مَّنْسِيًّا (dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan)” sebagai sesuatu yang tiada artinya, tidak dikenal dan tidak disebut-sebut.










