Apa Bahasa Jawa Mengambil?
Bahasa Jawa mengambil adalah jupuk, pendhet, pundhut. Adapun jupuk termasuk ngoko sedangkan pendhet termasuk krama madya dan pundhut termasuk krama inggil, kata jupuk termasuk ngoko digunakan untuk berbicara dengan orang yang seusia kita atau dengan teman kita, kata pendhet dan pundhut untuk berbicara kepada orang tua kita atau yang kita hormati.
Berikut adalah 10 Contoh kalimat dengan kata mengambil di bahasa Jawa dan artinya di bahasa Indonesia, apabila saudara mempunyai pertanyaan silakan tulis melalui kolom komentar di bawah
- Aku wes jupuk rotimu telu wau sore artinya Saya sudah mengambil roti anda tiga tadi sore.
- Sopo seng jupuk pelemku ora ngomong dhisek artinya Siapa yang mengambil mangga saya tidak izin dahulu.
- Rasukane sampun dipundhut mbak Siti artinya Bajunya sudah diambil Mbak Siti.
- Kulo bade pendhet kertas kulo ingkang kenton ten mriko artinya Saya kaan mengambil kertas saya yang tertinggal di sana.
- Wau dalu, Mbah uti sampun dipundhut kaliyan pengeran artinya Tadi malam, Nenek sudah diambil oleh yang Maha Kuasa.
- Mbak Samitri dereng saget pundhut yugone ingkang ten rumah sakit artinya Mbak Samitri belum bisa mengambila anaknya yang berada di rumah sakit.
- Mas Dani tasek pendhet arit ten wingking artinya Mas Dani masih mengambil sabit di belakang.
- Sopo seng iso ngancani aku jupuk wedus neng sawah artinya Siapa yang bisa menemani saya mengambil kambing di sawah.
- Ibu sampun pundhut rapote sampean neng sekolah artinya Ibu sudah mengambil rapotnya anda di sekolah.
- Mas Samsul gurung iso jupuk klambine anakmu artinya Mas Samsul belum bisa mengambil bajunya anak anda.









